Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian luas publik, terutama di media sosial.
Sejumlah warganet kemudian mengaitkannya dengan masa lalu Prabowo yang pernah bermukim di Yordania pasca Reformasi 1998.
Seperti diketahui, setelah periode tersebut, Prabowo sempat berada di luar negeri.
Sebelum kembali ke Indonesia dan aktif di panggung politik nasional.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai konteks masa lalu itu tidak sepenuhnya sebanding dengan situasi saat ini.
Analis politik melihat pernyataan Prabowo sebagai cerminan gaya komunikasi yang lugas dan konfrontatif.
Sekaligus upaya menegaskan optimisme pemerintah terhadap kondisi nasional.
Di sisi lain, respons publik menunjukkan bahwa rekam jejak masa lalu tetap menjadi faktor yang memengaruhi persepsi terhadap pernyataan seorang pemimpin.
Di tengah perdebatan itu, pemerintah menegaskan bahwa kondisi Indonesia tetap stabil di tengah tantangan global.
Pernyataan Prabowo pun dipandang sebagai pesan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap arah pembangunan nasional. []


