Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) mencatat penambahan lapangan kerja yang lebih baik dari perkiraan pasar.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa ekonomi AS tetap solid dan mendukung penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia.
“Penambahan pekerjaan dari sektor pemerintah mencapai 55 ribu pekerjaan, sementara sektor rekreasi dan perhotelan menambah 70 ribu pekerjaan menjelang Piala Dunia,” ujar Lukman dikutip dari Liputan6.
Data ketenagakerjaan yang positif umumnya meningkatkan minat investor terhadap aset-aset berbasis dolar AS.
Akibatnya, arus dana cenderung bergerak ke instrumen dolar sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Baca juga: Rupiah Sempat Tembus Rp17.900, Ditutup Melemah ke Level Rp17.845 per Dollar AS
Di tengah kombinasi sentimen geopolitik dan ekonomi global tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dalam jangka pendek.
Pelaku pasar saat ini terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan ekonomi dan suku bunga Amerika Serikat.
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.
Rentang tersebut mencerminkan tingginya ketidakpastian yang masih membayangi pasar keuangan global. []


