Konsep tersebut menjadi bagian dari misi utama untuk memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada audiens nasional maupun internasional.
Pada hari pertama, 2 Juli 2026, festival akan dibuka secara gratis untuk masyarakat.
Selain hiburan, kegiatan sosial juga menjadi fokus utama, seperti pelayanan kesehatan gratis dan operasi katarak bagi masyarakat. 
Sementara itu, pada 3 – 4 Juli, pengunjung diwajibkan menggunakan tiket resmi, dengan puncak penampilan artis, termasuk Lyodra yang dijadwalkan tampil pada malam 3 Juli.
Dari sisi budaya, festival ini juga akan menghadirkan tortor massal yang melibatkan masyarakat setempat, serta berbagai pertunjukan sanggar seni.
Program baru seperti SMIRUN (sport lari) dan Zumba Toba Nation juga disiapkan untuk menarik partisipasi lebih luas dari masyarakat.
Untuk mendukung pengalaman pengunjung, panitia menghadirkan Food Plaza. Melibatkan pelaku UMKM lokal dan luar daerah.
Kehadiran program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisata kuliner.
SMI Festival 2026 menjadi salah satu event unggulan Sumatera Utara. Mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Samosir dan berbagai pihak, termasuk Erasmus Belanda di Jakarta.
BACA JUGA: Festival Penis Baja di Jepang, Tradisi Kesuburan yang Mendunia
Bahkan, festival ini kembali masuk dalam program Kharisma Event Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata RI, sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi dan kualitas penyelenggaraannya.
“Dengan berbagai persiapan yang semakin matang dan respons positif dari masyarakat terhadap penjualan tiket, SMI Festival 2026 optimistis menjadi salah satu agenda besar yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Henry. []


