‎Solusi Bangun Indonesia Siap Tingkatkan Pemanfaatan RDF untuk Industri Semen, Dukung Kebijakan Pemprov DKI 

Jakarta – Solusi Bangun Indonesia (Persero) Tbk (SMCB) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mulai 1 Agustus 2026, hanya akan mengirim sampah residu ke Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantargebang.

‎Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan Perseroan menyambut baik kebijakan pemilahan sampah dari rumah yang tengah digalakkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

‎Ia menilai kebijakan tersebut menjadi langkah positif untuk memperkuat sistem pemilahan sampah dari sumber sekaligus meningkatkan kualitas Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai substitusi batu bara di industri semen.

‎“Kami tentunya menyambut baik kalau ada kegiatan pemilahan sampah di masyarakat. RDF ini penting sekali buat kita. Kita punya divisi Nathabumi yang siap untuk RDF tersebut,” ujar Rizky dalam Public Expose di Jakarta, dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.

‎Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono melanjutkan, Perseroan terus memperkuat kapasitas pengolahan sampah dan limbah melalui divisi Nathabumi, guna mendukung pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

‎Menurut Edi, RDF memang menjadi salah satu sumber energi alternatif penting bagi industri semen, meskipun bukan satu-satunya solusi dalam strategi transisi energi Perseroan.

‎“Perseroan mempunyai salah satu unit bisnis bernama Nathabumi yang punya kemampuan untuk mengolah sampah ataupun limbah yang berasal dari industri, demikian juga termasuk pemanfaatan RDF,” katanya.

‎Menurut dia, langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mendorong pemilahan sampah dari rumah, sejalan dengan strategi perusahaan untuk memastikan kualitas dan kuantitas pasokan RDF tetap terjaga.

‎Saat ini, Solusi Bangun Indonesia telah menjalin kerja sama dengan 21 pemerintah daerah dan berencana memperluas kolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah di sekitar fasilitas pabrik semen Perseroan, termasuk di wilayah Bogor, Bekasi, Karawang, hingga Bandung.

‎“Kita akan kolaborasikan dengan pemerintah daerah termasuk DKI Jakarta bagaimana memastikan kualitas yang memang sesuai dengan peruntukan di pabrik semen itu terjaga. Kolaborasi ini penting supaya kualitas dan kuantitas RDF bisa konsisten,” jelasnya.

‎Selain memperluas kerja sama pengolahan sampah menjadi RDF, Perseroan juga fokus meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai bagian dari strategi penurunan emisi karbon.

‎Edi mengungkapkan, SBI menargetkan bauran energi alternatif mencapai 17 persen pada 2026, meningkat dibanding capaian target 15 persen pada 2025.

‎“Pengaruh RDF dari sampah Bantargebang memang akan memberikan tambahan pengurangan batu bara yang kita pakai, tapi tentunya ini tidak cukup karena kita punya ambisi yang jauh lebih besar,” ujarnya.

‎Edi menegaskan, Solusi Bangun Indonesia memiliki roadmap jangka panjang untuk menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030 sebagai bagian dari target net zero emission hingga 2050.

‎Menurut Edi, keberhasilan RDF sangat ditentukan kualitas sampah residu yang dipilah sejak dari rumah tangga. Hal tersebut mampu memperbaiki kualitas RDF, terutama dari sisi kadar air atau moisture yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

‎“Dengan dipilah ini otomatis kandungan air di dalam limbah residu akan turun, sehingga memudahkan pihak pengolah untuk mencapai target RDF yang ada,” katanya.

‎Selain moisture, ukuran RDF juga menjadi faktor penting dalam pemanfaatannya di industri semen. Semakin kecil ukuran RDF, maka semakin optimal pula proses pembakaran dan semakin mendekati karakteristik batu bara.

‎“Di industri semen itu semakin kecil ukuran RDF semakin bagus, karena dia mendekati batu bara. Kalau RDF ini tidak ada proses lanjutan, tapi langsung diumpankan jadi pengganti alternatif bahan bakar batu bara,” tutur Edi Sarwono. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

Semangat Hardiknas 2026, Pemkab Nias Selatan Teguhkan Komitmen Pendidikan Bermutu

Nias Selatan, Opsi.id  — Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menggelar...

Lerai Perkelahian, Pemuda di Langkat Tewas Ditikam dan Dipukuli Gerombolan Orang

Langkat, Opsi.id  — Niat baik seorang pemuda di Kabupaten...

eńau Luncurkan Video Musik Lagu Bersamaku Akan Sedikit Susah

Jakarta - Puluhan penggemar berkumpul di sebuah coffee shop...

Black Horses Resmi Rilis Album Ketiga Bertajuk Jahanam

Jakarta - Band rock asal Jakarta, Black Horses, resmi...

Boyband Kpop BTS Bakal Konser di Stadion Utama GBK Jakarta

Jakarta - Grup idola K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS) resmi...

Polisi Ubrak-abrik Sarang Narkoba di Deli Serdang, Tiga Pengedar Ditangkap-Gubuk Transaksi Dibakar

Deli Serdang, Opsi.id  — Petugas kepolisian mengubrak-abrik sarang narkoba...

‎Kasus Pers Diseret ke Pidana, Polda Metro Jaya Berupaya Kriminalisasi Jurnalis?

Jakarta – Dua media daring dari Teropongistana.com dan Halloyouth.pikiran-rakyat.com,...

Koalisi Korban Bersurat ke Sejumlah Lembaga, Minta Pengawalan Sidang Terdakwa Risdianto Lubis

Padangsidimpuan, OPSI.ID - Koalisi korban dan keluarga korban dalam...

Berita Terbaru

Popular Categories