Anggota DPRD DKI Lukmanul Hakim Pertanyakan Keberadaan Toa Pengendali Banjir, Diskominfotik Disorot

Jakarta – Anggota Komisi C DPRD DKI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Lukmanul Hakim menyinggung keberadaan toa untuk pengendalian banjir di ibu kota pada tahun 2020, yang menurut dia tidak jelas keberadaannya.

‎Hal tersebut disampaikan Lukmanul Hakim kepada Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto saat Rapat Paripurna bersama Eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.

‎Lukmanul meminta Inspektorat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memeriksa kejanggalan ini.

‎”Ini seharusnya pak Wakil Ketua DPRD Wibi Andrino, minta inspektorat tolong periksa karena ini menyangkut utang,” kata Lukmanul saat rapat, Rabu, 29 April 2026.

‎Menurut Lukmanul, toa untuk pengendalian banjir berasal dari dana pinjaman dana ada tali temali dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2020.

‎Lukmanul sebelumnya teringat dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyinggung soal toa masjid dapat dimanfaatkan untuk peringatan banjir.

‎”Belanja namanya sistem pengendalian banjir. Pak Gubernur Pramono Anung luar biasa, kemarin sudah menyampaikan nanti pakai toa untuk peringatan soal banjir,” ujarnya.

Ia lantas mempertanyakan keberadaan toa tersebut, karena pengadaan menggunakan dana yang fantastis.

‎”Ini sistem banjir ini yang dibeli pakai dana pinjaman Pak Sekda, tahun 2020, di mana bentuknya? Kemana barang ini, kok enggak pernah suara? Padahal ini utang Rp250 miliar,” katanya.

‎Saat diwawancarai usai persidangan, Lukman membenarkan bahwa proyek ini digarap menggunakan anggaran tahun 2020 oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, saat Anies masih menduduki kursi DKI-1.

‎”Itu kita dulu kan masa covid-19 ya, itu bahwasannya kan ada dana sistem pengendalian banjir yang dibeli Diskominfotik dan itu harus segera diperiksa oleh inspektorat karena itu utang dan barang itu gimana hasilnya,” tutur Lukman.

‎Lukman menyatakan toa untuk sistem pengendalian banjir, saat itu tetap dianggarkan dan tercatat sebagai dana PEN.

‎”Kan sudah ada sistem pengendalian banjir yang dianggarkan tahun 2020, saya minta agar ini betul-betul diperiksa oleh inspektorat keberadaan alatnya itu dimana, kemudian fungsinya gimana,” tutur dia.

‎Lukman mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran untuk segera memeriksa temuannya ini, karena ada anggaran negara yang sudah cair namun tidak jelas peruntukannya.

‎”Maka kita minta pak Gubernur Pramono untuk menindaklanjuti anak buahnya itu, ini sistem pengendalian banjir. Menurut informasi yang saya dapat bahwasannya sistem itu sudah rusak dan ini adanya di Diskominfotik,” tuturnya.

‎Seharusnya, kata Lukman, sistem pengendalian banjir bukan ranah Diskominfotik, lebih masuk digarap oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

‎”Seharusnya sistem pengendalian banjir adanya di SDA” kata Lukmanul Hakim. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Polemik Pernyataan Jusuf Kalla, PP GMKI Minta Kader dan Eks Ketum Taat Konstitusi Organisasi

Jakarta – Polemik pernyataan Jusuf Kalla yang disampaikan dalam...

Kabar Duka, Mihoko Nakamura Istri Bungaran Saragih Wafat di Usia 81 Tahun

Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga Prof. Bungaran...

Arifah Fauzi, Menteri PPPA yang Viral soal Gerbong KA Khusus Wanita

Jakarta - Arifah Fauzi menjadi salah satu tokoh perempuan...

Prabowo: Kita Harus Jadi Raksasa yang Tidak Tidur

Jakarta - Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengembangan proyek hilirisasi...

Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Sei Mangkei Masuk Daftar

Jakarta - Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional...

Prabowo Klaim Banyak Negara Belajar Program MBG ke Indonesia

Jakarta - Prabowo Subianto mengklaim banyak negara mulai menjadikan...

Empat Perempuan Gugat UU Pemilu ke MK, Coret Parpol Jika Tak Penuhi Kuota 30 Persen

Jakarta - Empat perempuan pemohon uji materi Undang-Undang Pemilu...

Menhub: Korban Tabrakan Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Capai 106 Orang

Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ungkap total korban...

Rumah Solidaritas Papua: Pelanggaran HAM di Papua Meningkat, Hentikan Operasi Militer

Jakarta - Rumah Solidaritas Papua, menyatakan situasi hak asasi...

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Sidangnya Digelar Hari Ini

Jakarta - Sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap...

Berita Terbaru

Popular Categories