Bareskrim Buru Tosan dan Desu, Partner “The Doctor” di Kasus Narkoba THM Whiterabbit

Jakarta – Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus peredaran narkotika di tempat hiburan malam (THM) Whiterabbit Gatot Subroto Club. Setelah menangkap Andre Fernando alias “The Doctor”, polisi kini memburu Tosan yang diduga menjadi rekan utama dalam jaringan tersebut.

Selain itu, polisi telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Tosan. Langkah ini dilakukan karena yang bersangkutan diduga kuat berperan sebagai penyuplai narkoba di lokasi tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa DPO tersebut diterbitkan pada Kamis, 9 April 2026.

“Tosan merupakan partner dari bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor, yang berperan sebagai penyuplai narkoba di THM Whiterabbit,” ujarnya.

Peran Tosan dan Jaringan di Jakarta

Lebih lanjut, Tosan diduga terlibat dalam peredaran narkotika di room 707 klub malam tersebut. Oleh karena itu, keberadaannya kini menjadi prioritas pengejaran aparat.

Di sisi lain, kasus ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di tempat hiburan malam masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

DPO Lain di Bali: Gede Suwitrayasa Alias Desu

Selain Tosan, Bareskrim juga menerbitkan DPO terhadap Gede Suwitrayasa alias Desu. Ia diduga terlibat dalam peredaran narkotika di N Co Living by NIX.

Menurut Brigjen Eko, Desu berperan sebagai penyuplai narkoba di tempat hiburan malam tersebut. Dengan demikian, jaringan ini diduga tidak hanya beroperasi di Jakarta, tetapi juga merambah hingga Bali.

“The Doctor” Ditangkap di Malaysia

Sebelumnya, Andre Fernando alias “The Doctor” telah ditangkap di Penang, Malaysia. Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Divisi Hubinter, Interpol, dan KJRI.

Tak hanya itu, Andre dikenal sebagai distributor besar yang memasok berbagai jenis narkoba ke Indonesia melalui jalur darat dan kargo.

“Ko Andre atau ‘The Doctor’ menyediakan narkoba berbagai jenis, di antaranya sabu, vape yang mengandung etomidate, dan happy water,” jelas Brigjen Eko.

Kasus Narkoba di Bali Ikut Terungkap

Sementara itu, pengembangan kasus juga mengarah ke Bali. Bareskrim sebelumnya telah menangkap Reindy (41), Direktur N Co-Living by NIX, terkait dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam tersebut.

Lebih jauh, Reindy diduga mengizinkan praktik peredaran narkoba di lokasi yang ia pimpin. Bahkan, ia disebut terlibat dalam permufakatan bersama sejumlah pihak untuk mengedarkan narkotika.

Selain Reindy, aparat juga telah mengamankan beberapa tersangka lain, di antaranya Ngakan Gede Rupawan, Beril Cholif, dan Steve Wibisoni yang memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.

Polisi Dalami Jaringan Narkoba Internasional

Dengan berbagai pengungkapan ini, Bareskrim menilai bahwa jaringan narkoba yang terlibat memiliki skala internasional dan terorganisir dengan baik.

Oleh sebab itu, penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk aktor utama di balik peredaran narkoba ini.

Sementara itu, polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan Tosan maupun pelaku lainnya yang masih buron.

Dengan demikian, upaya pemberantasan narkoba di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih efektif, terutama dalam menekan peredaran di tempat hiburan malam yang kerap menjadi target pasar jaringan narkotika.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Grand Final Voli Satker Polda Sulbar Berlangsung Sengit, Polres Mateng Raih Juara

Mamuju, OPSI.ID - Kemeriahan pertandingan bola voli antar Satuan...

Ekonom Kritik Tajam Kebijakan Pemerintah Prabowo dan BI Imbas Rupiah Terpuruk

Jakarta - Ekonom dari Universitas Andalas (Unand) Syafruddin Karimi...

Josephine Simanjuntak Kritisi Pemprov DKI, Sampah di Bantargebang Kian Penuh

Jakarta - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Josephine...

Weird Genius Rilis Your Side Bareng Novia Bachmid, Eksplorasi Musik Tradisional Sumba

Jakarta - Weird Genius lagi-lagi bikin gebrakan seru di...

Manchester United Permalukan Brighton 3-0 di Kandang, Bruno Fernandes Bersinar

Jakarta, Opsi.id - Manchester United tampil dominan saat membungkam...

Fabio Asher Sukses Viral Lewat Single Aku Berjanji

Jakarta - Fabio Asher lagi-lagi bikin hati banyak orang...

Di Era Kepemimpinan Wali Kota Wesly, Indeks Reformasi Birokrasi Kota Pematangsiantar Meningkat, dari 64,17 ke 71,71

Pematangsiantar, Opsi.id - Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kota Pematangsiantar...

Berita Terbaru

Popular Categories