Meski demikian, BMKG menegaskan perkiraan tersebut bukan berarti gempa tidak akan terjadi setelah periode tersebut.
“Namun, perlu kami tegaskan juga, ini bukan berarti setelah tanggal tersebut gempa tidak dapat terjadi,” ujarnya.
Nelly menjelaskan, estimasi tersebut bersifat dinamis dan akan terus diperbarui berdasarkan perkembangan data gempa susulan yang terekam oleh BMKG.
Sebaran episenter gempa susulan saat ini terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat. Aktivitas tersebut berkaitan dengan zona tektonik Flores Back-arc Thrust.
BMKG Siagakan Tim 24 Jam
Untuk memastikan keselamatan masyarakat, BMKG menyiagakan tim selama 24 jam dan menerjunkan para ahli ke wilayah terdampak.
Tim melakukan sejumlah survei, meliputi survei makroseismik, mikroseismik, kondisi tanah, hingga survei tsunami.
Pemantauan juga didukung berbagai peralatan di wilayah Nusa Tenggara, di antaranya 39 seismograf, 30 akselerograf, intensity meter, tsunami gauge, serta Warning Receiver System.
BMKG menegaskan seluruh instrumen tersebut digunakan untuk mendeteksi aktivitas gempa dan mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat, bukan untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi.

