Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Sidangnya Digelar Hari Ini

Menurut hasil investigasi independen TAUD, penyiraman air keras pada Maret lalu bukan tindakan spontan, melainkan aksi terencana dan terkoordinasi.

“Sejak awal, kami menegaskan ini adalah operasi intelijen yang terencana dan dilakukan oleh orang-orang terlatih. Ada 16 aktor lapangan yang terlibat dan sangat jelas buktinya,” ujar anggota TAUD, Fadil Alfathan.

TAUD menyebut hanya empat orang yang dibawa ke pengadilan, sementara pelaku lain diabaikan.

Perbedaan jumlah pelaku juga muncul dalam penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Komnas HAM menyatakan terdapat 14 terduga pelaku lapangan yang saling terhubung, serta tiga terduga pelaku lain di luar lokasi kejadian.

BACA: Usman Hamid Permasalahkan Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya

Temuan itu diperoleh dari analisis CCTV, data komunikasi seluler (cell dump), serta keterangan saksi.

Komisioner Komnas HAM Saurlin P Siagian menyebut sebagian terduga pelaku menggunakan nomor telepon baru yang didaftarkan atas nama anak-anak, ibu rumah tangga, hingga lansia.

Komnas HAM juga menemukan dua orang terduga pelaku berangkat dari rumah di Jalan Panglima Polim III Nomor 11, yang disebut sebagai aset Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan digunakan oleh BAIS TNI.

Mereka diduga membawa plastik kresek putih, botol berisi cairan air keras, serta tas hitam yang diduga berisi alat pelacak.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya berjanji akan mengungkap aktor intelektual yang memerintahkan dan membiayai serangan terhadap Andrie Yunus.

Ia juga disebut mempertimbangkan pembentukan tim independen pencari fakta.

Namun hingga sidang perdana dimulai, TAUD menilai janji transparansi belum terpenuhi.

“Bahkan empat orang terdakwa tidak ditunjukkan mukanya. Jadi buat apa kami percaya pada otoritas yang mengingkari janjinya sendiri untuk melakukan penyelesaian secara transparan dan akuntabel,” tegas Fadil.

Persidangan hari ini dinilai menjadi ujian penting bagi komitmen penegakan hukum, khususnya dalam mengungkap apakah serangan terhadap aktivis HAM tersebut murni tindak kriminal biasa atau bagian dari operasi terstruktur yang melibatkan lebih banyak pihak. [bbc.com]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Sukseskan Rapat BPL GIDI Tahun 2026, Bupati Tolikara Ajak Seluruh Elemen Bersinergi

KARUBAGA, Opsi.id -Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos selaku Ketua...

Polisi Menyamar Jadi Pembeli, Wanita Pengedar Ekstasi Ditangkap di Room Kafe Balige

Tim Drugs Wolfa Satresnarkoba Polres Toba membongkar peredaran...

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Jakarta - Optimalisasi keamanan siber (cyber security) akan menjadi...

Prancis Libas Swedia 3-0 dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Jakarta, Opsi id - Timnas Prancis tampil dominan saat...

Bupati Toba Hadiri Penutupan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026

TOBA, Opsi. id - Program Bakti TNI AD untuk...

Ratih Putria Rilis Single Melangkahlah Perlahan

Jakarta - Di tengah hiruk pikuk dunia yang bergerak...

Orkes Nunung CS Angkat Fenomena Sehari-hari Lewat Single Ketemu

Jakarta - Unit orkes asal Jakarta, Orkes Nunung CS,...

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Jakarta - Industri keuangan nasional dinilai masih memiliki fundamental...

Berita Terbaru

Popular Categories