Keluarga Korban Desak Pemprov DKI Bertanggung Jawab atas Tragedi Hammam di Kramat Jati

Jakarta – Keluarga Hammamshidqi Hammammuthi, pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 Jakarta yang meninggal dunia dalam kecelakaan di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada 17 Agustus 2026, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertanggung jawab atas kondisi lingkungan di lokasi kejadian.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Keluarga menilai peristiwa yang merenggut nyawa Hammam tidak semestinya hanya dipandang sebagai kecelakaan lalu lintas biasa.

Kuasa hukum keluarga, Odie Hudiyanto, menyoroti kondisi kawasan Pasar Kramat Jati yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Menurutnya, aktivitas perdagangan yang menggunakan bahu hingga badan jalan membuat ruas tersebut menjadi sempit dan licin.

“Hammam seharusnya berdiri di barisan upacara, bukan terbaring di liang lahat untuk selamanya,” demikian pernyataan keluarga dalam surat yang disampaikan melalui Odie Hudiyanto.

Hammam diketahui berangkat dari rumah pada pagi 17 Agustus untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di sekolahnya. Saat itu, ia mengenakan seragam putih dan hendak menjalankan kewajibannya sebagai pelajar.

Namun, Hammam tidak pernah tiba di sekolah. Ia mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Kramat Jati dan meninggal dunia.

Kepergian Hammam menambah duka mendalam bagi keluarga. Sebelumnya, ibunda Hammam, Desi Hadi Saputri telah meninggal dunia pada 2 November 2025.

Desi dikenal sebagai bagian dari Kantor Hukum Odie Hudiyanto & Partners. Dalam surat tersebut, keluarga menggambarkan Desi sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan keadilan, termasuk mendampingi masyarakat kurang mampu sebagai kuasa hukum korban.

“Hammam kehilangan cita-citanya untuk melanjutkan perjuangan ibundanya, Desi Hadi Saputri yang wafat pada 2 November 2025,” tulis keluarga dalam surat tersebut.

Bagi keluarga, Hammam bukan sekadar seorang pelajar. Sebagai anak sulung, ia disebut menjadi tumpuan harapan sekaligus calon penerus keluarga.

Keluarga menggambarkan Hammam sebagai anak yang baik, sopan dan saleh. Kepergiannya dinilai meninggalkan kehilangan besar, baik bagi orang tua maupun adik-adiknya yang kehilangan sosok kakak sekaligus sumber kasih sayang dan bimbingan.

“Ini tentang seorang anak yang tidak pernah kembali pulang. Hammam seharusnya berdiri di barisan upacara. Bukan terbaring di liang lahat untuk selamanya. Kami tidak ingin ada Hammam berikutnya,” tegas keluarga.

Selain meminta pertanggungjawaban pemerintah, keluarga juga mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kawasan Pasar Kramat Jati.

Mereka menilai aktivitas perdagangan ikan, hasil laut, dan sayuran yang berlangsung di bahu maupun badan jalan membuat ruang lalu lintas semakin terbatas. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya air dan limbah yang disebut mengalir atau dibuang ke badan jalan.

Akibatnya, permukaan jalan dinilai menjadi basah dan licin, bahkan sejak malam hingga siang hari.

Keluarga menyebut kondisi tersebut bukan persoalan baru karena kecelakaan disebut telah berulang kali terjadi di kawasan Jalan Kramat Jati.

“Kondisi kawasan Pasar Kramat Jati harus diperiksa. Harus ditertibkan. Aktivitas perdagangan ikan hasil laut, sayur-mayur di bahu dan badan jalan membuat jalan menjadi sempit dan licin,” tulis pihak keluarga.

Mereka juga menyoroti peran sejumlah unsur pemerintah daerah yang dinilai memiliki kewenangan dalam penataan kawasan tersebut, termasuk PD Pasar Jaya, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

“Tragedi ini terjadi karena Pemerintah Provinsi, khususnya PD Pasar Jaya, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, membiarkan kondisi berbahaya tanpa melakukan tindakan yang semestinya. Kami meminta kebenaran ditemukan dan hukum ditegakkan,” kata Odie Hudiyanto selaku kuasa hukum keluarga.

Keluarga menegaskan, tuntutan yang disampaikan bukan semata-mata untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan mendorong evaluasi terhadap kondisi kawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Mereka meminta Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah nyata untuk memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas dan melintas di kawasan Pasar Kramat Jati.

“Kami sebagai kuasa hukum keluarga korban meminta tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jakarta,” ujar Odie.

Keluarga menyebut kepergian Hammam sebagai hilangnya seorang anak yang memiliki masa depan, cita-cita dan potensi untuk menjadi kebanggaan keluarga. Di sisi lain, adik-adiknya harus kehilangan kasih sayang serta bimbingan dari sang kakak.

“Jangan menunggu korban berikutnya untuk bertindak,” tegas keluarga.

Surat tersebut ditutup dengan doa agar almarhum Hammamshidqi Hammammuthi mendapat ampunan, diterima seluruh amal baiknya, dilapangkan tempat peristirahatan terakhirnya, serta dipertemukan kembali dengan ibundanya di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Al-Fatihah untuk almarhum Ananda Hammamshidqi Hammammuthi,” tulis Odie Hudiyanto, Kuasa Hukum Keluarga Hammamshidqi Hammammuthi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

KPK Sayangkan Korupsi Masuk Kampus: Penerimaan Mahasiswa Baru Diduga Jadi Lahan Transaksional

Jakarta, Opsi.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan dugaan...

Nira Nipah Maros Disulap ITB Nobel-UMMA Jadi Gula Semut

Makassar, Opsi.ID --  Potensi nipah yang tumbuh di kawasan...

Band Blues Mr. Azman Siap Konser di Jakarta

Makassar, OPSI.ID - Band blues asal Makassar, Mr. Azman,...

Jokowi Titip Salam untuk Warga NTT, Pesannya Tegas: Tetap Semangat

Jakarta, Opsi.id — Presiden ke-7 RI Joko Widodo menitipkan...

Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa Tantang Mahasiswa Mappi, Empat Tahun Harus Jadi Sarjana

Jakarta — Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Dr....

‎BGN Dapat Anggaran Rp240 Triliun di RAPBN 2027, Kemenhan Diprediksi Kembali Jadi ‘Juara Belanja’

‎Jakarta - Pemerintah menempatkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai...

Berita Terbaru

Popular Categories