Risiko Kematian
Sebuah studi besar menemukan bahwa latihan beban selama 90 menit hingga dua jam per minggu dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 13 persen.
Manfaatnya menjadi lebih besar jika dikombinasikan dengan olahraga kardio.
Orang yang rutin melakukan kedua jenis latihan tersebut tercatat memiliki risiko kematian dini hingga 58 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak aktif berolahraga.
Selain meningkatkan kebugaran, latihan kekuatan juga berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh saat usia bertambah.
Penelitian menunjukkan orang berusia di atas 70 tahun yang rutin melakukan latihan beban memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.
Latihan kekuatan membantu mempertahankan massa otot, meningkatkan keseimbangan, memperkuat tulang, serta menjaga kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Phillips mengibaratkan latihan kekuatan sebagai investasi untuk masa depan.
“Ketika sakit, cedera, operasi, atau proses penuaan datang, Anda ingin memiliki cadangan kekuatan yang cukup. Saya melihat latihan kekuatan seperti menabung untuk diri sendiri di masa depan,” ujarnya.
Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, latihan kekuatan juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.
Baca juga: Google Bagikan 4 Cara Efektif Membantu Lansia Gunakan Internet
Aktivitas tersebut dapat membantu mengurangi stres, ketegangan, dan kecemasan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Para ahli menekankan bahwa kunci utama adalah menemukan jenis latihan yang mudah dilakukan dan dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Dengan memulai dari gerakan sederhana dan meningkatkan intensitas secara bertahap, manfaat kesehatan jangka panjang dapat dirasakan oleh siapa saja, tanpa memandang usia. []

