Perpres Antiterorisme 2026, dari Pencegahan Radikalisme hingga Kekhawatiran Militerisasi

Riset Institute for Policy Analysis of Conflict menilai pendekatan pemerintah masih terlalu formal. Minim pendampingan jangka panjang terhadap mantan narapidana terorisme.

Program yang dijalankan dinilai lebih banyak berupa pertemuan singkat dalam kelompok besar. Sehingga belum cukup efektif membangun jaringan sosial alternatif bagi mantan pelaku teror.

Perdebatan paling besar muncul dari semakin luasnya pelibatan TNI dalam penanganan isu terorisme.

Dalam Perpres sebelumnya, TNI hanya terlibat di dua bidang.

Namun di Perpres 8/2026, militer dilibatkan dalam lima aspek. Mulai dari kesiapsiagaan nasional, ketahanan komunitas, komunikasi strategis, deradikalisasi, hingga hak asasi manusia dan tata kelola pemerintahan.

Pengajar hukum tata negara dari STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, menilai pemerintah seperti “mengambil jalan belakang” untuk memperluas keterlibatan TNI dalam urusan sipil.

Koalisi masyarakat sipil sebelumnya juga menolak wacana pelibatan militer dalam penanganan terorisme. Karena dinilai berpotensi mengganggu penegakan hukum dan perlindungan HAM.

Menurut koalisi sipil, TNI bukan aparat penegak hukum dan dilatih untuk menghadapi perang, bukan melakukan penindakan hukum di dalam negeri.

Bivitri juga menyoroti cara pemerintah memaknai istilah “ancaman”. Terutama setelah Presiden Prabowo pada Agustus 2025 sempat menyebut sebagian aksi demonstrasi mengarah pada makar dan terorisme.

Menurutnya, pernyataan semacam itu berpotensi memengaruhi cara aparat melihat kritik publik.

BACA JUGA: Cegah Terorisme dan Radikalisme, BNPT Terapkan Konsep Pentahelix

“Yang menjadi masalah adalah kalau kata-kata presiden itu menjadi seperti titah,” ujarnya.

Meski demikian, Bivitri menilai penggunaan undang-undang terorisme untuk langsung menjerat masyarakat sipil masih relatif sulit. Karena aturan tersebut cukup kompleks dan mudah diuji di pengadilan.

Sebaliknya, ia menilai aparat lebih mungkin menggunakan pasal lain yang lebih sederhana, seperti penghasutan, untuk menangani kelompok kritis. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Etenia Croft Rilis Single Kau Selalu Ada dengan Pesan Persahabatan

Jakarta - Penyanyi muda berbakat Etenia Croft kembali menegaskan...

Balkoters Sembelih 6 Hewan Kurban di DPRD DKI, Perkuat Kepedulian Sosial saat Idul Adha

Jakarta - Koordinatoriat Wartawan Balai Kota-DPRD DKI Jakarta (Balkoters)...

Barcelona dan Bayern Munich Berebut Anthony Gordon, Newcastle Pasang Harga Selangit

Jakarta, Opsi.id - FC Barcelona dilaporkan ikut masuk dalam...

Pelanggaran HAM di Sumut Selama April 2026 Naik, Aktor Negara Dominan Terlibat

Medan, Opsi.id  – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat...

Salat Iduladha di Paris, Prabowo Dengarkan Pesan “Sembelih Ego” dari Khatib

Paris, Opsi.id   – Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha...

Sapi Berbobot 903 Kg dari GAMKI untuk Masjid Sunda Kelapa Curi Perhatian

Jakarta, Opsi.id  – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI)...

Ketua PSI Nias Selatan Serahkan Hewan Kurban di Masjid Agung Ar-Rahman Telukdalam

Nias Selatan, Opsi.id  – Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia...

CISSReC: Lindungi Data Pribadi Adalah Bentuk Pengorbanan di Era Digital

JAKARTA – Chairman CISSReC Pratama Persadha mengajak masyarakat menjadikan...

Berita Terbaru

Popular Categories