JAKARTA, Opsi.id – Tokoh reformasi Amien Rais menyampaikan sejumlah masukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official pada 5 Juni 2026.
Dalam video berdurasi sekitar 11 menit tersebut, Amien mengaku menyampaikan pandangannya sebagai mantan teman dekat Prabowo.
Ia mengatakan masukan tersebut ditujukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan.
Pada poin pertama, Amien meminta Prabowo mengurangi frekuensi pidato dan pernyataan publik yang dinilainya terlalu sering.
“Kurangi semaksimal mungkin beromon-omon tentang hal yang sama. Jadi masyarakat lama-lama bosan melihat presidennya yaitu Pak Prabowo terlalu talkative, terlalu banyak bicara,” katanya.
Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan kerja nyata dan hasil kebijakan dibanding banyak pernyataan politik.
Ia juga menyoroti gaya komunikasi Presiden yang terkadang terlihat emosional.
Amien menyarankan agar kepala negara menghindari tindakan seperti menggebrak meja atau podium saat menyampaikan pidato.
Karena dinilai dapat memengaruhi citra dan kewibawaan seorang presiden.
Selain itu, Amien menekankan pentingnya perlakuan yang setara bagi seluruh warga negara, khususnya masyarakat di enam provinsi di Papua.
Baca juga: Qodari Tanggapi Amien Rais Soal Gosip Amoral Seskab Teddy, Sebut Terjebak Hoaks
Ia menegaskan tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan agama, ras, suku, etnis, maupun latar belakang lainnya.
“Selama ini bahkan sejak Indonesia merdeka, saudara-saudara kita yang menghuni kawasan timur Indonesia, terutama dulu ketika Papua disebut sebagai Irian, mereka saudara-saudara kita itu di Papua seolah lebih rendah dari anak-anak bangsa lainnya sehingga muncul gerakan organisasi Papua Merdeka, OPM,” kata dia mengingatkan.
Dalam bidang ekonomi dan sumber daya alam, Amien mengkritik kebijakan pengelolaan tambang yang menurutnya masih memberi ruang besar bagi korporasi asing.
Ia menyinggung keberadaan perusahaan seperti Freeport-McMoRan serta sejumlah perusahaan multinasional lainnya yang beroperasi di Papua dan wilayah lain di Indonesia.
Baca juga: Poltracking: Kepercayaan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 74,2 Persen
Amien juga mengaitkan persoalan tersebut dengan temuan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan peninjauan di kawasan industri Morowali.
Ia menilai pemerintah perlu lebih tegas dalam menjaga kedaulatan negara dan pengelolaan sumber daya alam nasional.
“Prabowo jadi presiden ke-8 belum ada langkah nyata yang menunjukkan keberanian melawan apalagi menutup korporasi asing yang menggotong barang tambang Indonesia secara semena-mena ke luar negeri sampai sekarang. Belum ada kecuali dalam tataran omong-omong ria,” tukasnya.
Dalam video yang sama, Amien mempertanyakan apa yang ia nilai sebagai lambannya pengambilan keputusan pemerintah dalam sejumlah isu strategis.
Ia berpendapat bahwa Presiden Prabowo seharusnya lebih mandiri dalam menentukan arah kebijakan tanpa terlalu mempertimbangkan pengaruh mantan Presiden Joko Widodo.


