JAKARTA, Opsi.id – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menambah panjang daftar kepala daerah di Jawa Tengah yang tersandung kasus dugaan korupsi.
Dengan kasus terbaru ini, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah kepala daerah terbanyak yang terjaring OTT KPK dalam kurun 2025 hingga Juli 2026.
Anom Widiyantoro diamankan KPK dalam OTT pada Selasa (28/7/2026) dan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Anom merupakan satu dari 21 orang yang diamankan dalam operasi tersebut.
“Salah satu orang yang diamankan di Jakarta adalah Bupati Pemalang, yang kemudian tadi malam sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif,” kata Budi, Rabu (29/7/2026).
Selain mengamankan puluhan orang, KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar sebagai barang bukti.
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Baca juga: Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Wakil Bupati Minta Publik Tunggu Penjelasan Resmi
Namun, dalam pengembangan perkara, penyidik juga menemukan dugaan penerimaan uang yang berkaitan dengan proyek infrastruktur dan pembangunan.
Lima Kepala Daerah Jawa Tengah Terjerat OTT
Kasus Anom Widiyantoro membuat sedikitnya lima kepala daerah di Jawa Tengah terjerat OTT KPK dalam periode 2025–2026, yakni:
- Sudewo – Bupati Pati
- Fadia Arafiq – Bupati Pekalongan
- Syamsul Auliya Rachman – Bupati Cilacap
- Etik Suryani – Bupati Sukoharjo
- Anom Widiyantoro – Bupati Pemalang
Total 17 Kepala Daerah Terjaring OTT
Secara nasional, sedikitnya 17 kepala daerah terjaring OTT KPK sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026.
Pada 2025, terdapat lima kepala daerah yang ditangkap dalam OTT, yakni:
- Abdul Azis – Bupati Kolaka Timur
- Abdul Wahid – Gubernur Riau
- Sugiri Sancoko – Bupati Ponorogo
- Ardito Wijaya – Bupati Lampung Tengah
- Ade Kuswara Kunang – Bupati Bekasi
Sementara pada 2026, hingga Juli, tercatat 12 kepala daerah terjaring OTT, yaitu:
- Maidi – Wali Kota Madiun
- Sudewo – Bupati Pati
- Fadia Arafiq – Bupati Pekalongan
- Muhammad Fikri Thobari – Bupati Rejang Lebong
- Syamsul Auliya Rachman – Bupati Cilacap
- Gatut Sunu Wibowo – Bupati Tulungagung
- Edison – Bupati Muara Enim
- Suhardiman Amby – Bupati Kuantan Singingi
- Syah Afandin – Bupati Langkat
- Etik Suryani – Bupati Sukoharjo
- Lalu Ahmad Zaini – Bupati Lombok Barat
- Anom Widiyantoro – Bupati Pemalang
Jika dikelompokkan berdasarkan provinsi, Jawa Tengah menempati posisi pertama dengan lima kepala daerah terjerat OTT.
Baca juga: Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap KPK
Disusul Jawa Timur tiga kepala daerah, Riau dua kepala daerah, sementara provinsi lainnya masing-masing satu kepala daerah.
Hingga kini, KPK masih memanfaatkan waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum Anom Widiyantoro dan pihak-pihak lain yang diamankan dalam OTT tersebut.
Lembaga antirasuah itu juga belum mengumumkan tersangka maupun konstruksi perkara secara resmi dan akan menyampaikannya dalam konferensi pers setelah proses gelar perkara selesai. [Tribun]


