Dijamin Transparan, Tanpa Pungutan
Pemerintah menegaskan proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan. Zulkifli Hasan memastikan tidak ada praktik titipan maupun pungutan dalam proses ini.
“Tidak ada bayaran apa pun. Tidak ada titipan,” tegasnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Program Kopdes Merah Putih digagas sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi dari akar rumput.
BACA JUGA: Prabowo Klaim Banyak Negara Belajar Program MBG ke Indonesia
Koperasi ini diharapkan mampu memangkas rantai pasok yang panjang, memperkuat posisi petani dan pelaku usaha desa, menjadi penyerap (offtaker) hasil produksi masyarakat.
Sebagai contoh, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500/kg.
Jika harga pasar turun, koperasi akan membeli hasil panen agar petani tidak merugi.
Selain fungsi ekonomi, Kopdes Merah Putih juga akan berperan dalam penyaluran bantuan sosial dan barang subsidi agar lebih tepat sasaran.
Dengan tingginya minat pelamar, program ini dinilai menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam membuka peluang kerja sekaligus memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan. []


