ICJR: Anggaran Operasional Bapas Rp 0 Jadi Alarm Bahaya Reformasi Sistem Peradilan Pidana

Termasuk pelaksanaan penelitian kemasyarakatan (litmas), pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum, pembimbingan, pengawasan, hingga reintegrasi sosial.

Kondisi ini ujar dia, menunjukkan adanya ketimpangan prioritas dalam alokasi anggaran sektor hukum.

Di mana selama ini lebih banyak diarahkan pada fungsi-fungsi represif seperti penangkapan, penyidikan, penuntutan, dan pemidanaan.

Sebaliknya, fungsi rehabilitasi, pembinaan, dan reintegrasi sosial yang dinilai penting untuk menekan angka residivisme justru kerap berada di posisi sekunder.

ICJR mendorong pemerintah melihat sistem peradilan pidana secara lebih menyeluruh.

Tidak hanya berfokus pada proses penegakan hukum hingga putusan pengadilan. Tetapi juga memastikan keberhasilan proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.

Dalam konteks pembiayaan, ICJR menilai pemerintah memiliki peluang untuk memperkuat dukungan terhadap sektor pemasyarakatan.

Baca juga: ICJR Dorong Penguatan Regulasi tentang Hak Korban Kekerasan Seksual

Termasuk melalui pemanfaatan hasil perampasan aset tindak pidana. Sebagaimana pernah disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis pada 3 Juni 2026.

“Pemanfaatan hasil kejahatan tidak hanya dapat diarahkan untuk mendukung aparat penegak hukum, tetapi juga untuk pemulihan korban serta pembinaan pelaku,” kata Erasmus.

Dia menegaskan bahwa tanpa dukungan anggaran yang memadai, agenda besar reformasi hukum pidana berisiko hanya menjadi perubahan normatif di atas kertas.

“Ketiadaan anggaran operasional Bapas memperlihatkan adanya ketidakselarasan antara agenda reformasi hukum yang dikampanyekan pemerintah dengan realitas pengelolaan anggaran negara,” tukas Erasmus.

Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, imbuh dia, Indonesia berpotensi gagal mewujudkan sistem peradilan pidana modern.

Yang menempatkan rehabilitasi dan reintegrasi sosial sebagai bagian penting dari proses penegakan hukum. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Banda Neira Resmi Merilis Video Klip Single Bertajuk Ajariku Jadi Berani

Jakarta - Duo musik independen Banda Neira kembali menegaskan...

Kevin Aprilio Gandeng Widy Vierratale di Single Solo Bertajuk Berharap

Jakarta - Musisi dan komponis kenamaan tanah air, Kevin...

Krisis Identitas Musik Makassar, Saat Selera Lokal Tergerus Tren

MAKASSAR, OPSI.ID -- Panggung musik di Kota Makassar dinilai...

Akal-Akalan Provider Internet: Kuota Sudah Dibayar, Mengapa Masih Boleh Hangus?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Sambut Konser 30 Tahun UNGU, Vedra dan Gerald Rilis Ulang Lagu Tercipta Untukku

Jakarta - Lagu ikonis milik grup musik Ungu, "Tercipta...

Duovertime Angkat Dinamika Dunia Kerja Modern di Single Ga Pernah End

Jakarta - Dinamika kehidupan profesional di perkotaan sering kali...

Menteri PKP Maruarar Sirait Genjot Kinerja BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar...

KAI Properti Sulap Aset Seluas 2.500 Meter Persegi di Jakpus Menjadi Lapangan Padel

Jakarta – KAI Properti mengembangkan aset di Jalan Ir....

Berita Terbaru

Popular Categories