Makassar, OPSI.ID – Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, Tiga Warna Media Network menggelar forum edukatif bertajuk “Bincang Ekonomi: Mengelola Uang di Tengah Dinamika Global, Seberapa Aman Tabungan Kita?” di Makassar Creative Hub, Pantai Losari, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan dihadiri seratusan peserta dari kalangan ibu rumah tangga.
Forum ini menghadirkan Meilthon Purba selaku Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sulselbar, Arief Noor Rachman sebagai Ekonom Senior Bank Indonesia Sulawesi Selatan, serta Hanifah Nur Laili dari Divisi Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan LPS III Makassar. Diskusi dipandu moderator Dr A Widya Syadzwina SE MIKom.
Baca juga: Indosat Ooredoo Hutchison Hadirkan Tri Ibadah untuk Jamaah Haji 2026
Acara turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr Muhammad Roem SSTP MSi, sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara dan melaunching kehadiran Tiga Warna Media Network di Makassar.
Hadir juga Ketua Tiga Warna Media Network Nur Rachmat serta anggota Ina Maharani dan Apriani Landa.
Forum ini digagas oleh Tiga Warna Media Network yang terdiri dari Luminasia.id, Karebanusa.com, dan Infokejadianmakassar.com sebagai bentuk komitmen menghadirkan edukasi publik melalui media.
Dalam sambutannya, Muhammad Roem mengatakan pertanyaan mengenai keamanan tabungan kini semakin sering muncul di tengah masyarakat, terutama karena banyaknya informasi simpang siur terkait kondisi keuangan dan kasus penipuan digital.
Baca juga: Mantan Anggota DPR RI Akbar Faizal Somasi BYD, Ini Penyebabnya
“Hari ini kita berbicara tentang seberapa aman tabungan kita. Pertanyaan ini sekarang paling sering muncul di masyarakat karena banyak informasi yang membuat orang khawatir terhadap keamanan dana mereka di tabungan,” ujarnya.
Ia menilai ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekonomi keluarga karena menjadi pihak yang paling dekat dengan pengelolaan keuangan sehari-hari.


