Bambang Harimurti Beri Peringatan Keras di DPR: Jangan Sampai RUU Perampasan Aset Jadi Senjata Politik

Bambang menekankan, aturan perampasan aset harus dirancang bukan hanya untuk pemerintahan yang baik, tetapi juga untuk menghadapi kemungkinan munculnya pemerintahan atau aparat yang menyalahgunakan kekuasaan.

Ia mengajukan apa yang disebutnya sebagai “uji pemerintahan yang buruk”: apakah suatu ketentuan masih dianggap aman jika orang-orang yang paling tidak dipercaya masyarakat menguasai pemerintah dan lembaga penegak hukum?

Jika jawabannya tidak, menurut dia, ketentuan tersebut membutuhkan pengamanan tambahan.

“Undang-undang yang baik dirancang untuk membatasi pemerintahan yang buruk,” menjadi salah satu gagasan utama yang disampaikan dalam paparannya.

Bambang juga mengingatkan agar semangat pemberantasan korupsi tidak justru membuka peluang lahirnya penyalahgunaan kewenangan baru.

Belajar dari Italia

Dalam paparannya, Bambang menyebut Italia sebagai salah satu negara yang layak dijadikan pembanding.

Menurut dia, mekanisme di Italia tidak sekadar menjadikan kekayaan yang dianggap mencurigakan otomatis menjadi milik negara, tetapi tetap menyediakan proses peradilan, kesempatan bagi pihak terdampak untuk mengajukan bukti, serta mekanisme menggugat keputusan perampasan.

Aset yang telah dirampas juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial dan publik. Prinsipnya, kekayaan rakyat yang dicuri dikembalikan kepada masyarakat.

Sementara itu, narasumber lain, Beni Harmoni Harifa, menekankan pentingnya keseimbangan antara pemulihan aset dan perlindungan hak milik.

Ia menyebut mekanisme NCB dan in rem dapat menjadi bagian penting dalam sistem perampasan aset, terutama ketika pelaku meninggal, melarikan diri atau tidak dapat diproses.

Dalam desain kelembagaan yang dipaparkannya, Beni mengusulkan kejaksaan sebagai single authority dalam tahap pengajuan perkara ke pengadilan hingga eksekusi, sementara penelusuran dan pembekuan sementara aset dapat melibatkan lembaga seperti Polri, KPK, BNN, OJK, Ditjen Pajak dan Bea Cukai.

Intinya, RUU Perampasan Aset tidak hanya dituntut ampuh mengejar harta hasil kejahatan, tetapi juga harus memiliki pagar hukum yang kuat agar kewenangan besar negara tidak berubah menjadi senjata terhadap warga negara. []

Baca juga: Gibran Soroti RUU Perampasan Aset, Tegaskan Koruptor Harus Dimiskinkan

Baca juga: Pemerintah Kembali Ajukan RUU Perampasan Aset ke DPR

Baca juga: Gibran Hormati Pembentukan Kabinet Bayangan: Bagian dari Demokrasi yang Sehat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Banda Neira Resmi Merilis Video Klip Single Bertajuk Ajariku Jadi Berani

Jakarta - Duo musik independen Banda Neira kembali menegaskan...

Kevin Aprilio Gandeng Widy Vierratale di Single Solo Bertajuk Berharap

Jakarta - Musisi dan komponis kenamaan tanah air, Kevin...

Krisis Identitas Musik Makassar, Saat Selera Lokal Tergerus Tren

MAKASSAR, OPSI.ID -- Panggung musik di Kota Makassar dinilai...

Akal-Akalan Provider Internet: Kuota Sudah Dibayar, Mengapa Masih Boleh Hangus?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Sambut Konser 30 Tahun UNGU, Vedra dan Gerald Rilis Ulang Lagu Tercipta Untukku

Jakarta - Lagu ikonis milik grup musik Ungu, "Tercipta...

Duovertime Angkat Dinamika Dunia Kerja Modern di Single Ga Pernah End

Jakarta - Dinamika kehidupan profesional di perkotaan sering kali...

Menteri PKP Maruarar Sirait Genjot Kinerja BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar...

KAI Properti Sulap Aset Seluas 2.500 Meter Persegi di Jakpus Menjadi Lapangan Padel

Jakarta – KAI Properti mengembangkan aset di Jalan Ir....

Berita Terbaru

Popular Categories